Thursday, March 5, 2009

Memilih Perangkat Komputer Home Recording

Di tengah kondisi perekonomian yang kian carut-marut dewasa ini, gejalanya mulai merambah di di sektor industri musik. Akibatnya, berbagai instrumen musik mulai mengalami penaikan harga, termasuk peralatan tambahan lain seperti komputer recording yang mutlak diperlukan untuk keperluan rekaman. Kita memang tidak bisa melawan hukum alam yang terus menaik, tapi tetap bisa mengakalinya. Bila Anda yang berniat membeli sebuah perangkat komputer - khususnya PC – untuk keperluan recording rumahan, berikut kami jelaskan seputar pemilihan hardware audio recording murah disertai dengan tips membuat PC recording Anda tidak kalah dengan PC kelas atas lain.
Tapi bagaimana bisa, dengan perangkat PC standar, mampu menaikkan performa audio recording? Ah, jawabannya sederhana. Bila Anda seorang pembalap liar, pastilah mengetahui bahwa motor tersebut tidak langsung melesat seperti peluru, walau motor tersebut berharga lebih dari 100 juta. Anda tetap harus membawanya ke teknisi berpengalaman atau bengkel untuk di oprek. Begitu pula dengan PC, semuanya harus di oprek agar bisa bertempur dulu.
Jadi Anda tidak memerlukan sebuah super computer canggih, bila hanya untuk keperluan recording rumahan. Bahkan Anda tidak perlu membeli hardware keluaran terbaru yang harganya sekarang selangit. Nah, berikut daftar jeroan komputer yang perlu Anda beli untuk membuat computer recording rumahan:

1. Prosesor: Ini merupakan sebuah otak dari komputer. Banyak yang beranggapan sebuah prosesor terbaru, mampu menaikkan performa rendering sewaktu melakukan recording secara signifikan. Jawabannya tidak 100% benar. Pasalnya berbagai perangkat lunak (software) audio recording yang bertebaran dewasa ini, tidak dibuat sewaktu prosesor high-end atau terbaru tersebut diluncurkan. Jadi software tersebut belum support dengan prosesor terbaru tersebut. Akibatnya teknologi prosesor tersebut menjadi mubajir, karena tidak terpakai. Jadi, Anda tidak perlu membeli prosesor yang berinti 4 core (Quad Core) yang super mahal tersebut atau Core2Duo. Cukup dengan membeli prosesor Dual Core atau sejenisnya yang harganya tidak lebih dari 1 juta, PC Anda bisa dijadikan computer home recording.

2. Sound Card: Inilah yang merupakan unsur dasar komputer recording. Dan di sini, harga tidak bisa berbohong. You play what you pay. Bila Anda menggunakan sound card eksternal, usahakan membeli yang menggunakan koneksi firewire. Karena transfer data yang dihasilkan lebih akurat dan stabil, dan tidak memotong kualitas. Tapi bila tidak memungkinkan, sound card dengan koneksi USB juga masih bisa dilakukan. Hanya saja, pastikan sound card tersebut sudah berjenis USB 2.0, dan sewaktu memasang atau mencolokkan via komputer, jangan menggunakan port USB yang biasanya terdapat di depan casing komputer Anda, tapi lewat port USB 2.0 yang terdapat di belakang komputer. Karena port USB di depan casing komputer menggunakan port berjenis USB 1.0, bukan USB 2.0 seperti laiknya dibelakang PC. Alasannya? Karena bila Anda menggunakan port USB 1.0, transfer rate yang dihasilkan tidak maksimal, lambat, suara kadang terpotong dan dapat menimbulkan noise.

3. Hard Disk: Sewaktu membeli hard disk, baik itu eksternal maupun internal, belilah yang sudah memiliki kecepatan 7.200 RPM atau lebih. Jangan yang dibawah itu, agar performa komputer dapat maksimal dan tidak berjalan lambat sewaktu melakukan recording walau lebih dari 16 track. itulah sebabnya, penggunaan laptop sewaktu recording amat sangat tidak disarankan, karena biasanya hard disk laptop hanya berkecepatan 5.400 RPM saja. Jangan lupakan juga, minimal kapasitas hard disk sebesar 250 GB dengan koneksi SATA, agar data yang dialirkan lebih lega dan tidak mengganggu data lain. Pasang juga kipas pada hard disk. Karena Anda tidak mau ambil resiko kehilangan data rekaman akibat hard disk yang “kegerahan”.
Lalu buat partisi hard disk Anda menjadi beberapa bagian drive. Bila kurang mengerti, cari teman yang bisa mem-partisi dan mengerti komputer. Tujuan partisi adalah memisahkan sistem operasi dengan data Anda. Untuk partisi 1 (biasanya drive C), space atau tempat lowong yang tersisa jangan kurang dari 2GB, lebih besar lebih baik. Agar proses rendering audio recording dapat berjalan stabil dan tidak hang. Karena biasanya software audio recording menggunakan drive C untuk proses virtual memorinya.

4. VGA: Biasanya juga biasa disebut kartu grafis. Anda bukan seorang desain grafis yang butuh VGA hig-end. Jadi VGA berjenis PCI Express murah apapun bisa Anda sandingkan di sini, hanya saja cari yang sudah support minimal 128 bit.

5. RAM: Dengan asumsi Anda menggunakan sistem operasi Windows XP yang hanya support RAM sebesar 4GB, Anda cukup menggunakan RAM atau memori berkapasitas 2GB. RAM berjenis DDR 2 pun Harganya sekarang sudah cukup murah, jadi Anda tidak perlu membeli Ram berjenis DDR 3 yang masih mahal tersebut. Tapi bila Anda menginginkan kapasitas lebih dari 2GB, juga tidak menjadi soal. Hanya saja Anda perlu meng-update Windows XP Anda. Sekedar informasi, bila untuk kebutuhan audio recording, penggunaan RAM 4Gb sudah lebih dari cukup. Lain soal bila Anda me-render video atau untuk kebutuhan grafis yang biasanya haus akan memori.
Memang semakin besar kapasitas RAM, semakin kuat pula performa PC. Tapi semakin cepat sebuah RAM, semakin tinggi pula latency yang dimilikinya. Maksudnya begini, semakin cepat dan tinggi RAM, transfer data memang menjadi lebih meningkat, tapi berpengaruh kepada lemahnya respon, dan dalam kasus audio recording, biasanya timing latency yang terlalu tinggi bisa mengakibatkan sinyal suara menjadi terdengar delay atau agak lambat. Gejala ini biasanya disebut bottleneck atau kemacetan data. Lalu bagaimana agar tidak terjadi bottleneck dan timing latency yang tinggi tersebut? Sewaktu membeli, dulu, berapa latency Ram tersebut. Semakin rendah latency, semakin baik pula RAM tersebut, tapi semakin mahal pula RAM yang memiliki lantency rendah. Tapi bila Anda mau sedikit berlelah-lelah tanpa mengeluarkan uang lebih, Anda dapat men-tweak RAM lewat BIOS komputer dan mengubahnya di situ.

6. Motherboard: Belilah yang sudah diakui memiliki chipset stabil. Jangan beli yang terbaru, karena selain masih mahal, kestabilannya belum dapat dipertanggung-jawabkan. Usahakan juga yang sudah memiliki koneksi firewire terintegrasi, hingga Anda tidak perlu membeli firewire tambahan.
7. Casing: Walau sepertinya simpel, tapi casing komputer sangat berpengaruh akan kestabilan. Usahakan beli casing computer yang berukuran besar atau berdimensi ATX. Karena bila casing Anda kecil, aliran udara panas yang dihasilkan prosesor dan hardware lain di dalam casing akan berputar-putar dan menimbulkan “angin palsu”, yang berakibat hardware didalamnya kegerahan hingga akhirnya jebol. Penggunaan kipas casing juga mutlak diperlukan, agar aliran panas dapat keluar.

(Tulisan ini juga dimuat di majalah Band & Instrumen Magazine)

No comments:

Post a Comment