
CD Reviews
Apa sebenarnya yang menarik dari SID? Attitude, musik, atau gaya panggungnya? Rasanya tidak berlebihan bila semua poin tersebutlah yang membuat mereka menarik. Sebutlah mereka copycat Greenday, pemuja alkohol sejati, atau bahkan band punk yang dianggap sebagian orang memiliki attitude arogan. Tapi SID tetap hidup dan eksis hingga kini, malah membuat album baru yang makin dicintai fanbase-nya, yang dinamakan The Outsiders. Seiring waktu, musikalitas SID mulai mengalami pergeseran. Tidak ada lagi teriakan frontal yang datang dari mulut sang vokalis, dan departemen sound juga mengalami perubahan pesat. Silakan dengar lirik ‘Kuat Kita Bersinar’: Ayo bangun dunia di dalam perbedaan, jika satu kita kuat kita bersinar. Lirikal seperti ini tidak pernah terjadi di album sebelumnya, bahkan dengan ‘arogannya’ SID berkolaborasi dengan anak panti asuhan di lagu tersebut. Arogan yang indah tapinya, dengan musik yang kini mulai mengendur, tapi tetap mengguratkan pattern punk yang kental. Jujur, chaos SID memang mengendur di album ini. tapi bukan berarti buruk, tapi ber-progress menjadi lebih dewasa. Mulai dari vokal yang kini tidak out of pitch lagi, hingga distorsi sound hangat yang langsung dimuntahkan tanpa melewati efek eksternal. Tengok trek lain seperti ‘Jika Kami Bersama’, Poppies Dog Anthem’, atau ‘Luka Indonesia’. Progress-nya kuat. Tapi trek yang terus terngiang di telinga saya adalah ‘Menuju Temaram’. Atmosfer oi-oi-oi begitu kental disini. Tapi SID sering dianggap tidak sopan dan arogan...bagaimana ini? Ah, what the f**k. Sejak kapan punk sopan? Anda tidak sedang membicarakan Timbaland atau Afgan disini.
Tak perlu mendebatkan SID, karena toh punk tidak untuk didebat. Jadi, Dengarkan saja SID dan berdansalah bersama…

No comments:
Post a Comment